ILMU BUDAYA DASAR-HARAPAN, TANTANGAN, DAN PERWUJUDANNYA (Tugas Blog ke-7)

Nama: UTAMI RACHMADILA
NPM: 26319449
Kelas: 1TB03

TUGAS BLOG KE-7
ILMU BUDAYA DASAR
HARAPAN PRIBADI ATAS MASA DEPAN, TANTANGAN DAN PERWUJUDANNYA


Harapan ialah suatu keinginan yang diyakini akan tercapai di masa mendatang. Harapan lekat dengan masa depan dan kebaikan. Kebaikan ini lekat karena manusia selalu berharap yang baik-baik atas kehidupannya. Saya memiliki banyak sekali harapan. Dimulai dari harapan untuk diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan.

Harapan saya atas diri saya sendiri ialah, menjadi diri saya yang terbaik, sukses, panjang umur, dan sehat. Menjadi sukses itu lebih tepatnya dalam hal yang sedang saya terjuni, seperti dalam bidang arsitektur--jika dalam karir. Tak melulu menjadi seorang arsitek, saya harap saya menjadi apapun itu selama saya dapat menuangkan seluruh ilmu yang telah saya dapatkan selama bersekolah. Contohnya menjadi dosen. Dalam pendidikan, saya berharap untuk mendapatkan gelar S3 di luar negeri. Dalam keluarga, saya berharap saya menjadi anak yang berbakti dan bahagia dalam keluarga. Untuk menjadi pribadi yang sukses, baik dalam karir, pendidikan, maupun kekeluargaan, saya juga butuh melalui beberapa progres ataupun tahapan usaha. Banyak jalur untuk menuju Roma. Dan yang saya pilih ialah ini. Di setiap jalur selalu ada rintangan. Rintangan ada karena adanya suatu kenaikan kemampuan ketika kita dapat melewatinya dengan baik. Seperti dalam game: naik level setelah menyelesaikan misi.

Rintangan saya dalam menjadi pribadi yang sukses dalam karir maupun pendidikan ialah kekurangan modal. Modal diperlukan untuk mencapai sesuatu, terutama yang paling dekat ialah seperti untuk mengerjakan tugas maket saja, dibutuhkan puluhan ribu rupiah seminggu. Untuk mendapatkan gelar di luar negeri, saya perlu mengikuti TOEFL dan juga ikut memeriahkan diri dengan mengikuti beberapa acara konferensi maupun organisasi yang membutuhkan biaya akomodasi. Saya juga perlu alat seperti laptop dan sebagainya untuk berkegiatan sebagai mahasiswa maupun pekerja. Namun, itulah rintangan saya. Saya masih harus berusaha lebih untuk mendapatkan modal sendiri untuk menaikkan kualitas diri supaya dapat menjadi pribadi yang lebih sukses. Rintangan itu saya hadapi dengan cara mengikuti lomba-lomba gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Kebanyakan darinya ialah lomba menulis. Selain untuk mendapatkan hadiahnya, saya juga akan mendapatkan suatu pengalaman dan prestasi. Saya juga berjualan online. Berjualan dapat merangsang kemampuan bertahan hidup. Bagaimana tidak? Dengan banyaknya media online, belum tentu mudah untuk mendapatkan banyak pembeli. Dibutuhkan kesabaran dan strategi yang jitu untuk tetap bertahan dalam menarik ulur modal. Selain ekonomi, rintangan lain ialah adanya persaingan yang semakin ketat, terutama dengan semakin terbukanya Indonesia terhadap tenaga asing. Tidak perlu jauh-jauh dulu memikirkan untuk menjadi yang terbaik se-Indonesia, menjadi yang terbaik di kelas saja sudah cukup menguras tenaga. Banyak diperlukan dukungan dan kepercayaan diri supaya menjadi yang terdepan tanpa takut akan cercaan yang ada. Untuk menghadapi persoalan kepercayaan diri ini diperlukan kemampuan mengontrol emosi. Banyak yang bilang 'kecerdasan emosional'. Dimana anda dapat menempatkan diri di situasi yang ada dengan membandingkan banyaknya peluang dan konsekuensi yang ada. Untuk dapat terus sukses, dibutuhkan pemeliharaan mental. Itulah mengapa pemerintah banyak menggaungkan pendidikan karakter. Karena ketika karakter seseorang kuat dan baik, sudah pasti Ia akan sanggup berkembang menjadi yang terbaik.

Harapan saya atas orang lain ialah adanya orang lain yang memberikan saya kasih sayang tulus tanpa putus, saya juga ingin orang lain berusaha keras untuk menjadi dirinya yang terbaik. Ketika saya berusaha menjadi yang terbaik, dan orang lain melakukan hal itu pula, bukan tak mungkin dunia ini akan menjadi damai dan makmur. Rintangannya ialah, manusia yang berbeda-beda, tak selalu mudah membuatnya patuh dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Untuk keselamatan diri saja banyak diselewengkan, bagaimana jika yang sunnah muakad seperti menjadi diri terbaik memajukan bangsa? Saya berharap adanya kerjasama yang baik antara rakyat dan pemerintah. Dimana rakyat berusaha keras untuk survive dalam kesulitannya tanpa sangat mengandalkan pemerintah, dan pemerintah berusaha maksimal menaungi usaha itu dengan membuat keputusan-keputusan vital yang baik. Manusia yang berbeda ini membuat saya kelimpungan. Bagaimana bisa saya menjadikan semua orang sadar dan baik? Saya rasa, jika terlalu memikirkan secara luas, saya hanya akan stress. Yang saya lakukan untuk rintangan ini ialah dengan berkomunikasi sebaik mungkin dengan sesama. Memberi dan mendapatkan seadanya tanpa mengharap yang bukan hak saya. Fokus dalam bertukar pikiran dengan orang terdekat, dengan tujuan saling mendukung dan memberi arahan yang baik. Harapan akan kasih sayang ini, detailnya ialah mendapatkan pasangan hidup yang tulus dan setia. Namun, saya rasa ini dapat diatasi dengan menjadi diri yang terbaik supaya jodoh yang didapat ialah cerminan dari diri kita yang baik ini.

Sebenarnya banyak harapan untuk orang lain, seperti saya berharap bahwa orang tua saya selalu diberikan panjang umur dan kesehatan, saya harap teman-teman saya dapat sukses menghadapi kesulitan kuliah, saya harap tenaga-tenaga kerja yang ada di sekitar juga dapat berlaku profesional dalam bidangnya masing-masing, seperti pemerintah dan yang paling dekat ialah tukang parkir yang amanah. Berharap akan orang lain memang sulit karena bukan akses kita untuk mengaturnya. Mereka sendirilah yang bisa mengaturnya masing-masing. Saya hanya berharap bahwa semuanya sadar dan tidak termakan ego.

Harapan saya akan lingkungan ialah adanya lingkungan yang mendukung kami semua mendapatkan kesuksesan. Lingkungan yang menaungi kami semua memiliki peran dalam mengadakan sumber daya alam maupun manusia. Namun saya sadar, alam memiliki batasnya. Ini tergantung manusia yang mengolahnya secerdik mungkin tanpa merusaknya. Saya berharap bumi dan semesta ini terus damai dan bersih tanpa banyaknya bencana yang merubuhkan kehidupan orang lain. Namun, itu tak mungkin karena pasti ada suatu rintangan dari Tuhan dalam hal bencana dan kelangkaan. Untuk menghadapi rintangan ini, saya mengambil peran terdekat seperti mengurangi pemakaian dan juga tidak sembarangan merusaknya. Saya berkebun dan merawat beberapa tanaman agar sekitar rumah saya dapat adem ayem. Saya tak memakai produk-produk yang produksinya memerlukan banyak usaha namun hasilnya tak terlalu menguntungkan. Karena itu hanya membuang-buang energi dan modal.

Harapan saya yang terbaru ialah, semoga dunia dapat selalu siap, gesit dan belajar dari pengalaman yang pernah ada. Ini berhubungan dengan covid-19. Dunia memang mendapatkan rintangan baru yang penanganannya memang perlu keputusan yang tegas. Ini semua perlu kekompakkan antara pembuat keputusan dan juga seluruh masyarakat. Dimana keputusan itu seharusnya dipakai untuk kepentingan bersama, dan masyarakat tak selalu bergantung untuk menunggu keputusan. Saya harap manusia bertahan dengan instingnya masing-masing dalam mempertahankan hidup. Dengan logika saja, penyakit baru ini yang ilmunya belum terungkap semua, sudah sewajarnya berjaga-jaga untuk berlindung daripadanya, yang secara sederhana hanya dengan tidak banyak berkontak langsung ke luar (orang lain). Rintangannya sama, manusia yang berbeda-beda kepala, beda juga isinya. Sehingga, hanya diperlukan upaya menyatukan pikiran supaya yang belum sadar akan sadar, dan yang sadar namun tak bergerak akan mendapatkan akal sehatnya. Semuanya tak pantas untuk egois di saat seperti ini. Semua sedang mendapatkan dampaknya. Hindari keserakahan memanfaatkan situasi, seperti memborong dan memainkan harga. Untuk mewujudkan kesiap-siagaan ini dibutuhkan mental-mental yang kuat.

Harapan saya akan kehidupan saya menjadi suatu motivasi untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik tanpa mudah merasa puas akan hal yang ada (pasrah dan berhenti ketika sukses mendapatkan satu hal, dan tidak membuat target selanjutnya). Harapan menjadi kekuatan yang krusial dalam diri saya. Tanpa harapan, saya tak akan bergerak dengan arah. Hidup saya akan mengawang. Seberapa sulit rintangan yang ada, saya yakin bahwa semuanya bisa dilewati jika kita berusaha dan yakin. Semoga harapan ini tidak hanya menjadi angan-angan, melainkan jalan menuju kesuksesan.

Comments